Jakarta

daa jakarta!Kami hanya memiliki 2 jam sahaja untuk memburu di Kota Metropolis Jakarta, bandar yang terlalu besar untuk masa yang terlalu sedikit sebelum bergegas ke airport untuk pulang ke tanahair.bajaj

Dan bajai adalah kenderaan yang paling sesuai untuk kota yang sentiasa sesak dan sampai ke lubuk buruan dengan pantas.koran! koran!

monas Lubuk yang dituju adalah Kota Tua Jakarta atau Old City of Jakarta dan sepanjang perjalanan kami menyusuri jalan-jalan utama di Jakarta. Monumen-monumen penting sempat dirakamkan. Istiqlal Mosque Gereja Katedral Dari Monas yang bertahtakan emas dipuncaknya.. ke Masjid Istiqlal yang bertentang dengan Gereja Katedral melambangkan perpaduan dua agama yang boleh hidup secara aman dibumi Indonesia ini.

Cukup indah Kota Jakarta yang menyimpan pelbagai budaya dan sejarah disamping panorama kota yang pesat membangun dengan penduduknya yang unik memenuhi setiap penjuru Jakarta.

Batavia Kota Tua Jakarta
Stadhuis of Batavia (Town Hall) atau Dewan Bandaraya merupakan tempat Gabenor Jeneral VOC semasa penjajahan Belanda dibumi Indonesia. Dan sekarang ia ditukar menjadi Muzium Sejarah Fatahilah.
Kota Tua Jakarta
Museum Fine Arts
Disinilah keunikan Jakarta bermula, bangunan-bangunan lama yang didirikan beratus tahun dahulu masih berdiri megah untuk tatapan generasi kini. Kelihatan senibina Belanda dibaik-pulih dan ada yang dibiarkan usang terbiar longlai. mau apa kamu? Dan manusia yang memenuhi ruang Kota Tua ini adalah subjek yang paling menarik untuk dirakamkan. Persekitaran dan panorama seperti pulang ke zaman dahulu masih terasa didalam ruangan kota tua ini.
berapi mulut
1 ribu..2 ribu..
Jika disebut kota tua, tidak sah jika subjek persekitaran tidak dilengkapi bahan tua yang unik.
red bike
Old for Antique
black oldiest
sepeda
Hampir segalanya kelihatan tua disini, sepeda, kereta dan manusia melengkapi setiap angle sebagai sasaran ‘tembakan’ yang ‘berdas-das’ keluar dari lubang kamera.
dutch bar
yuk mangan yuk!
kerak telor

Menuju pulang, sekali lagi wajah penghuni kota sempat dirakamkan. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat saban hari memaksa penghuni kota berkerja lebih kuat ‘supaya bisa mengisi perut’.
nggak mau foto!
tong gas
Kota unik ini terlalu besar untuk dijelajah oleh kami pada kali ini. Mungkin satu hari nanti, dengan masa yang mencukupi dan kederat yang mengizinkan, pasti kami akan singgah lagi.
sport rim
canvas bike

Sekian

2 Responses to “Jakarta”

  1. Memang teruja lihat foto2 tuan. Cukup mengasyikkan dengan subjek2 yang sepontan dirakam. Hasil seperti painting. Tentu ada rahsia untuk melakukanya. Sepeda masih tetap dihati eks.

  2. Mofti,
    Terima kasih ler kerana sudi melayan Jakarta, semoga sedikit sebanyak memberi info kepada pembaca blog disini. Yup! sepeda ni lain tempat lain bangsa dia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: